A.
Pengertian Enterprise Resource Planning (ERP)
Ada beberapa
definisi Enterprise Resource Planning (ERP) menurut para ahli, diantaranya :
Travis
Anderegg mendefinisikan ERP sebagai: ERP is a complete enterprise
wide business software solution. The ERP system consist of software support
modules, such as: marketing and sales, field service, product design dan
development, production and inventory control, procurement, distribution,
industrial facilities management, process design and development,
manufacturing, quality, human resource, finance and accounting, and information
services
Daniel O’Leary mendefinisikan
ERP sebagai: ERP system are computer based system design to process an
organization’s transactions and facilitate integrated and real-time planning,
production, and customer response. In particular ERP system will be assumed to
have certain characteristic.
Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah sistem
informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan manufaktur maupun jasa yang
berperan mengintegrasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis yang berhubungan
dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi pada sebuah perusahaan.
Enterprise Resources Planning ( ERP ) telah berkembang cukup
lama, sejak tahun 1980. ERP merupakan evolusi dari Material Requirement
Planning (MRP) dan Manufacturing Resource Planning II (MRP II). Secara moledular
dapat menangani proses manufaktur, logistic, distribusi, persediaan
(inventory), pengapalan, invoice dan akuntansi perusahaan. Sehingga
sistem ini dapat mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman,
produksi, manajemen persediaan, manajemen kualiatas dan sumber daya manusia.
ERP juga sering disebut dengan Back Office System yang mengindikasikan
bahwa pelanggan dan public secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini.
ERP diyakini
banyak pihak sebagai jawaban terhadap tantangan dalam persaingan di dunia
bisnis semakin kompleks dimana perusahaan-perusahaan mencoba untuk meningkatkan
jumlah konsumennya dengan melakukan pelayanan yang cepat dan biaya yang murah
dibandingkan dengan kompetitornya. Sebagai suatu jawaban, ERP mewujudkan
kesuksesan sebuah perusahaan dengan cara mengintegrasikan sistem informasi,
peningkatan efisiensi dari sistem informasi untuk menghasilkan manajemen yang
lebih efisien dalam business procesnya. Ketika perusahaan menjadi lebih efisien
akan maka daya saing perusahaanpun menjadi semakin meningkat.
Namun demikian
pada kenyataannya sampai saat ini banyak perusahaan yang belum mengintegrasikan
sistem informasi, dimana dalam prosesnya hanya didukung oleh aktivitas
individual pada fungsi kerja masing-masing. Kondisi ini menyebabkan terjadinya
kesalahpahaman dalam komunikasi data antara fungsi satu dengan fungsi lainnya,
sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk koordinasi dalam penyediaan
data dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang telah mengintegrasikan
fungsi-fungsinya. Padahal data yang terintegrasikan dengan baik dapat membantu
proses bisnis yang efesien dan memudahkan pengambilan keputusan oleh manajemen
perusahaan. Dengan diterapkan ERP pada suatu perusahaan. Maka fungsi marketing,
fungsi produksi, fungsi logistik, fungsi finance, fungsi sumber daya, fungsi
produksi, dan fungsi lainnya dapat dintegrasikan dengan baik. Dalam hal ini ERP
telah berkembang sebagai alat integrasi, memiliki tujuan untuk mengintegrasikan
semua aplikasi perusahaan ke pusat penyimpanan data dengan mudah diakses oleh
semua bagian yang membutuhkan.
ERP merupakan
suatu cara untuk mengelola sumber daya perusahaan dengan menggunakan teknologi
informasi. Penggunaan ERP yang dilengkapi dengan hardware dan software untuk
mengkoordinasi dan mengintegrasikan data informasi pada setiap area business
processes untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang cepat karena
menyediakan analisa dan laporan keuangan yang cepat, laporan penjualan yang on
time, laporan produksi dan inventori. Program ERP sangat membantu perusahaan
yang memiliki bisnis proses yang luas, dengan menggunakan database dan reporting
tools manajemen yang terbagi. Business processes merupakan sekelompok aktivitas
yang memerlukan satu jenis atau lebih input yang akan menghasilkan sebuah
output dimana output ini merupakan value untuk konsumen. Software ERP mendukung
pengoperasian yang efisien dari business processes dengan cara mengintegrasikan
aktivitas-aktivitas dari keseluruhan bisnis termasuk sales, marketing,
manufacturing, logistic, accounting, dan staffing.
B. Modul-Modul yang Terdapat pada
Sistem ERP
Secara modular, sistem ERP terbagi atas modul operasi
sebagai modul utama dan modul financial dan akuntansi serta sumber daya manusia
sebagai modul pendukung.
1.
Financial
- Financial Accounting ditujukan untuk menyediakan pengukuran berkelanjutan terhadap keuntungan perusahaan, mengukur kinerja keuangan perusahaan.
- CO-Controlling untuk mendukung kegiatan operasional.
- Investment Management ditujukan untuk menganalisis kebijakan investasi jangka panjangdan fixed assets dari perusahaan.
- Enterprise Controlling ditujukan untuk memberikan akses bagi Enterprise Controller..
- Treasury ditujukan untuk mengintegrasikan antara cash management dan cash forecasting dengan aktivitas logistic dan transaksi keuangan.
2.
Operasi (Distribution and Manufacturing)
Logistics Execution, Sales and Distribution,
Materials Management, General Logistics, Quality Management, Plant Maintenance,
Costumer Service, Production Planning and Control, Project System, Environment
Management.
3.
Human Resource
Human Resource berfungsi untuk :
- memudahkan melaksanakan manajemen yang efektif dan tepat waktu terhadap gaji, benefit dan yang berkaitan dengan SDM perusahaan.
- Melindungi data personalia dari pihak luar.
- Mambangun sistem rekruitmen dan pembangunan SDM yang efiisen melalui manajemen karir.
C. Implementasi ERP dalam Dunia Bisnis
Implementasi
ERP pada perusahaan mempunyai harapan
untuk mempercepat proses bisnis, meningkatkan efisiensi, dan meraup pendapatan
yang lebih besar. Namun, pada saat implementasi banyak faktor yang dapat
menggagalkan implementasi dan merupakan masalah yang dihadapi antara lain :
- Manajemen
tidak menyediakan proyek tim yang terbaik pada proyek implementasi
menyangkut kompetensi anggota tim, kredibilitas dan kreativitas tim
proyek, kepemimpinan tim yang efektif, komitmen tim, tanggung jawab tim,
jumlah tim yang memadai, tanggungjawab yang tumpang tindih pada tim,
pendekatan kerja yang kurang jelas, tujuan yang tidak dipahami oleh tim
proyek.
- Manajemen
tidak mampu membedakan bahwa e-business bukanlah sekedar investasi
teknologi informasi melainkan perbaikan proses bisnis atau peningkatan
bisnis dengan didukung teknologi informasi. Akibatnya nilai investasi
e-business yang ditanamkan tak bisa kembali, karena banyak pimpinan
perusahaan yang memiliki pengertian bahwa e-business adalah sekedar
investasi teknologi informasi, bukan investasi bisnis yang didukung
teknologi informasi.
Layaknya
sebuah sistem informasi, sebagai sebuah proses implementasi ERP dapat dibagi
menjadi tiga fase. Yaitu fase inisiasi, pelaksanaan dan penyelesaian proses.
Namun secara lebih mendetail, fase-fase ini dibagi menjadi fase insiasi, fase
evaluasi, fase negosiasi dan persetujuan, fase modifikasi, fase penyelesaian,
dan fase eksploitasi. Diantara fase-fase ini sangant mungkin terdapat tambahan
tahapan rekayasa proses bisnis dan konversi data.
Sebagaimana
dijelaskan pada bagian awal, tujuan dari implementasi ERP adalah untuk
menjalankan bisnis dengan lebih baik. Oleh Karena itu, implementasi harus
dilakukan oleh orang yang menjalankan bisnis itu sendiri. Bagaimana
implementasi ERP dapat dilakukan dengan baik tentunya membutuhkan beberapa
prasyarat dan kondisi sebagai berikut :
- Implementasi ERP merupakan proyek besar yang
mencakup proses pengambilan keputusan dan melibatkan banyak orang di
perusahaan, termasuk manajemen.
- Implementasi ERP harus dikerjakan oleh
orang-orang yang terlibat dalam proses bisnis sehingga tanggung jawabnya
tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada vendor. Konsultan atau vendor
memang dapat membantu dalam transfer pengetahuan, namun pelaku bisnis
adalah pihak yang paling mengerti serta memiliki kewenangan dan otoritas
untuk mengubah cara dalam mengerjakan sesuatu.
- Implementasi ERP dapat berjalan apabila
melibatkan pihak / orang yang kelak akan mengoperasikan sistem tersebut.
Oleh karenanya tidak dapat dipisahkan antara implementator dengan
user. Mereka harus menjadi bagian yang menyatu dalam sebuah tim.
- Implementasi ERP membutuhkan pengorbanan
waktu dari serangkaian pekerjaan rutin yang dilakukan oleh orang yang
terlibat dalam bisnis dan operasional sehari-hari. Proses implementasi
memang tidak dapat dijadikan prioritas utama, tetapi tidak boleh dijadikan
prioritas kedua dibawah prioritas rutin dalam menjalankan bisnis dan
operasional. Dalam hal ini dibutuhkan kerelaan untuk meluangkan waktu.
- ERP adalah bukan sekedar suatu sistem
komputer. ERP merupakan ‘people system’ yang dijalankan dengan dukungan
software dan hardware. Sehingga membutuhkan dukungan dan partisipasi dan
manajemen. Dukungan dan keterlibatan manajemen inilah yang sangat menentukan
keberhasilan.
- ERP memerlukan serangkaian nilai baru dalam
menjalankan bisnis. Jika perusahaan yang menerapkan ERP tidak mampu
mengubah proses kerja, maka implementasi ERP akan berakibat buruk. Karena
aliran data antar fungsi akan terjadi dengan sangat cepat.
Beberapa tips
yang dapat diadopsi dalam rangka implementasi ERP di suatu
perusahaan/organisasi, yaitu :
1. Knowledge
& Experience
Knowledge
adalah pengetahuan tentang bagaimana cara sebuah proses seharusnya dilakukan,
jika segala sesuatunya berjalan lancar. Experience adalah pemahaman terhadap
kenyataan tentang bagaimana sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan
kemungkinan munculnya permasalahan. Knowledge tanpa experience menyebabkan
orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak
bisa diimplementasikan. Experience tanpa knowledge bisa menyebabkan terulangnya
atau terakumulasinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak dibekali dengan
pemahaman yg cukup.
2.
Selection Methodology
Ada struktur
proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan
dalam memilih ERP. Proses seleksi tidak harus selalu rumit agar efektif. Yang
penting organized, focused dan simple. Proses seleksi ini biasanya berkisar
antara 5-6 bulan sejak dimulai hingga penandatanganan order pembelian ERP.
Berikut ini
adalah akivitas yg sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari proses pemilihan
software ERP: analisa strategi bisnis, analisa sumber daya manusia, analisa
infrastruktur dan analisa software.
a.
Analisa Business Strategy.
Mencakup
beberapa hal seperti :
·
Level kompetisi di pasar dan ekspektasi pelanggan
·
Keunggulan komparatif yang dimiliki perusahaan
·
Strategi bisnis dan objective perusahaan
·
Proses bisnis eksis dan rencana perubahan proses
bisnis
·
Prioritas bisnis dan prioritas objective
perusahaan
·
Target bisnis
b.
Analisa People
Mencakup
beberapa hal, seperti :
·
Komitment manajemen dalam implementasi ERP.
·
Unit atau orang yang terlibat dalam implementasi
ERP
·
Komitment orang yang terlibat dalam tim
implementasi ERP
·
Harapan dan kebutuhan end user dari implementasi
ERP
·
Penghragaan manajemen terhadap kesuksesan
implementasi ERP
·
Keterlibatan konsultan dalam implementasi ERP
dari awal hingga akhir.
c.
Analisa Infrastruktur
Mencakup
beberapa hal, seperti :
·
Kelengkapan infrastruktur (overall networks,
permanent office systems, communication system dan auxiliary system)
·
Ketersediaan anggaran dalam penyediaan
infrastruktur.
·
Kebutuhan infrastruktur untuk implementasi ERP
d.
Analisa Software
Mencakup
beberapa hal, seperti :
·
Fleksibilitas software ERP terhadap kondisi
perusahaan.
·
Daya dukung service dari vendor
·
Analisa kebutuhan waktu
D. Keuntungan dan Kerugian ERP
1. Keuntungan
dari implementasi ERP antara lain :
- Integrasi data keuangan untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
- Standarisasi Proses Operasi untuk menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.
- Standarisasi Data dan Informasi untuk menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yang berbeda-beda.
2. Kerugian
yang mungkin terjadi ketika salah menerapkan ERP antara lain :
a. Strategi
operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya.
b. Waktu
dan biaya implementasi yang melebihi anggaran.
c. Karyawan
tidak siap untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru.
d. Persiapan
implementation tidak dilakukan dengan baik.
e. Berkurangnya
fleksibilitas sistem setelah menerapkan ERP
DAFTAR
PUSTAKA
Ø http://Sasmoyo.blogstudent.mb.ipb.ac.id
Ø http://punyawahyu.blogspot.com/2009/09/erp-adalah-sistem-informasi-
yang.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar